Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai bagian dari rangkaian International Students Summit bertajuk “Harmony in Diversity: Understanding Faith and Humanity Across Religions,” melaksanakan kunjungan edukatif ke Padepokan Dhammadipa Arama pada hari Rabu, 29 Oktober 2025. Kunjungan ini dihelat dalam kerangka program Study Tour for Interreligious Harmony, sebuah inisiatif yang dirancang khusus untuk memantik pemahaman mendalam lintas iman dan membumikan semangat moderasi beragama di kalangan generasi muda. Rombongan yang terdiri dari mahasiswa kelas internasional dan mahasiswa asing disambut dengan hangat dan penuh kekeluargaan oleh segenap sivitas akademika dari Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa, menandai dimulainya dialog interaktif yang konstruktif.

Inti dari kunjungan tersebut adalah sesi diskusi mendalam yang menghadirkan Aṭṭhasīlanī Uun Triya Tribuce dari STAB Kertarajasa sebagai narasumber utama. Beliau mempresentasikan tema yang sangat relevan, “Buddhist Path to Inner and Social Peace,” menekankan peran krusial pengembangan kesadaran (mindfulness) sebagai fondasi utama untuk memelihara kedamaian dan harmoni sosial. Dalam penjelasannya, Aṭṭhasīlanī menggarisbawahi ajaran inti Buddhis tentang ketidakkekalan—bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah dan tidak ada yang abadi. Pemahaman filosofis tentang sifat ketidakkekalan ini, menurutnya, hanya dapat dicapai melalui tumbuhnya pandangan benar (Right Understanding) yang berakar dari pengetahuan dan kesadaran yang terasah.
Melalui gaya penyampaian yang ringan namun reflektif, Aṭṭhasīlanī berhasil menjembatani ajaran Buddha yang mendasar, khususnya aspek Right Understanding dan Right Mindfulness dari Jalan Mulia Berunsur Delapan, dengan tantangan kehidupan modern. Beliau menunjukkan bagaimana praktik kesadaran ini dapat menjadi jalan yang efektif untuk menumbuhkan welas asih (compassion) serta mencapai perdamaian batin. Tercapainya kedamaian internal ini pada gilirannya akan memancarkan dampak positif yang signifikan pada terwujudnya keharmonisan dalam interaksi dan tatanan sosial yang lebih luas.

Sesi diskusi berkembang menjadi forum yang sangat interaktif, diwarnai antusiasme para mahasiswa UIN yang mengajukan berbagai pertanyaan substantif. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup spektrum luas, mulai dari praktik ibadah sehari-hari dalam agama Buddha, pembahasan mengenai konsep universal tentang dosa dan pahala, hingga implementasi praktis dari Jalan Mulia Berunsur Delapan dalam konteks kehidupan kontemporer. Momen tanya jawab ini memperlihatkan rasa ingin tahu yang besar dan kemauan untuk memahami perbedaan secara mendalam, mencerminkan tujuan inti dari kegiatan study tour tersebut.
Menutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta diajak untuk melaksanakan tur di sekitar kompleks Padepokan Dhammadipa Arama, dipandu langsung oleh mahasiswa STAB Kertarajasa. Dalam sesi keliling ini, mahasiswa UIN berkesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai simbol-simbol Buddhis yang sarat makna, area-area meditasi yang tenang, serta menggali nilai-nilai universal yang tersemat dalam setiap detail arsitektur dan tata ruang vihara. Kunjungan ini secara keseluruhan menjadi representasi nyata dari semangat toleransi, saling pengertian, dan komitmen bersama yang kuat antarumat beragama untuk terus membangun dan merawat harmoni di tengah keberagaman Indonesia.