Sebagai kelanjutan yang berkesinambungan dari program pembinaan karakter serta penguatan spiritual mahasiswa, Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB Kertarajasa kembali menyelenggarakan kegiatan Vipassanā Retreat Mahasiswa (VRM) Sesi 2. Rangkaian retret meditasi intensif gelombang kedua ini dilaksanakan secara khidmat pada tanggal 16 hingga 25 Juli 2026, sebagai wadah strategis bagi sivitas akademika untuk terus mengasah kemurnian batin dan ketenangan jiwa di tengah dinamika studi tinggi.
Pelaksanaan retret sepuluh hari ini diikuti dengan penuh antusias oleh 20 orang peserta pilihan yang memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan diri. Komposisi peserta tersebut terdiri dari 15 orang mahasiswa aktif STAB Kertarajasa dari berbagai semester serta 5 orang perwakilan umat Buddha, yang bersama-sama melebur dalam suasana hening dan disiplin tinggi demi mengejar esensi tertinggi dari praktik meditasi Vipassanā.
Seluruh proses pembinaan spiritual yang mendalam ini dibimbing secara langsung oleh seorang guru meditasi Vipassanā terkemuka dalam tradisi mulia Mahāsi Sayadaw, yaitu Sayadaw U Pandita Jr. Kehadiran beliau memberikan warna serta kedalaman bimbingan tersendiri, mengingat pengalaman dan kebijaksanaan beliau yang luas dalam mengarahkan para yogi menapaki jalan pemurnian batin sesuai dengan jalur tradisi penembusan pandangan terang yang otentik.
Selama sepuluh hari pelaksanaan retret, para peserta diwajibkan menjalani rutinitas harian yang sangat ketat, terstruktur, dan disiplin tinggi. Setiap harinya, kegiatan dimulai pada pukul 05.00 hingga 05.30 WIB dengan sesi Dhamma Talk pagi yang diberikan oleh Sayadaw U Pandita Jr. sebagai bekal mental dan teknik praktik, yang kemudian dilanjutkan dengan ritual permohonan sila sebelum para peserta memulai sesi meditasi duduk serta jalan silih berganti sepanjang hari.
Rangkaian jadwal harian yang padat tersebut ditutup pada malam hari antara pukul 19.00 hingga 20.00 WIB melalui sesi Dhamma Talk kedua. Pada kesempatan ini, Sayadaw mengulas kembali serta memberikan evaluasi mendalam untuk memperkaya pemahaman para peserta berdasarkan akumulasi pengalaman meditasi nyata yang telah mereka jalani sepanjang hari tersebut.
Di dalam setiap pengarahannya, Sayadaw U Pandita Jr. senantiasa menekankan kepada seluruh peserta agar senantiasa melatih diri dengan kesungguhan, kedisiplinan, dan ketekunan yang tidak kenal lelah. Menurut pandangan beliau, pencapaian kemajuan yang hakiki dalam meditasi sama sekali tidak ditentukan semata-mata oleh lamanya waktu seseorang duduk bersila, melainkan sangat bergantung pada kesinambungan perhatian penuh (sati), ketepatan usaha yang benar (viriya), serta ketulusan hati dalam mengaplikasikan ajaran Dhamma.
Materi pengajaran Dhamma yang dibahas secara komprehensif selama retret mencakup berbagai pilar esensial dalam praktik Vipassanā. Sayadaw memaparkan urgensi pengendalian indria (indriya-saṃvara) sebagai fondasi utama pelindung batin, menguraikan lima perintang batin (pañca nivāraṇa) yang kerap menghambat tumbuhnya konsentrasi, serta menegaskan peran vital semangat benar (viriya) dan keyakinan kokoh (saddhā) sebagai pilar penyangga kemajuan spiritual.
Tidak hanya berhenti pada tataran dasar, para peserta juga mendapatkan wawasan mendalam mengenai hakikat berbagai jenis Māra sebagai simbol rintangan mental dalam perjalanan spiritual, karakteristik lima tipe manusia berdasarkan kualitas batinnya, serta pengenalan mendalam terhadap tujuh faktor pencerahan (satta bojjhaṅga) yang mutlak harus dikembangkan guna menembus kebijaksanaan tertinggi.