Berita Detail

Kertarajasa's Admin

Batu, 12 Agustus 2026 — Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa menyelenggarakan Dialog Akademik Tahun Akademik 2026/2027 di Graha Kertarajasa, Selasa (12/8). Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan arah pengembangan akademik sekaligus membuka dialog langsung antara institusi, dosen, dan mahasiswa mengenai berbagai persoalan serta kebutuhan dalam penyelenggaraan pendidikan.

 

 

Dialog akademik diikuti oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa STAB Kertarajasa. Kegiatan dirancang tidak hanya sebagai forum penyampaian informasi, tetapi juga sebagai ruang partisipatif untuk memperkuat komunikasi dan membangun komitmen bersama terhadap peningkatan mutu pendidikan.

 

Dalam pemaparannya Aryanto Firnadi M.A.(B.Dh) sebagai Wakil Ketua I, menyampaikan tentang arah dan kebijakan akademik STAB Kertarajasa dengan menegaskan bhawa arah berkomitmen visi yaitu mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, profesional, dan religius sesuai Buddha Dhamma dan juga tertuang dalam buku Rencana Strategis (Renstra) STAB Kertarjasa. Maka dari itu, dalam lima tahun terakhir telah di buat beberapa kebijakan baru untuk realisasi mandat dalam Renstra tersebut seperti rencana pembukaan prodi baru, dibuka program beasiswa berjenjang, penguatan penelitian dan publikasi, revitalisasi saran dan prasarana, serta pembangunan gedung baru yang diresmikan pada 16 Mei 2026.

 

Pemaparan selanjutnya tentang visi, misi, tujuan, dan strategi (VMTS) program studi uang disampikan oleh Rista Mimin Nur Hyati, S.Pd., M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha. Beliau mengingatkan kepada seluruh mahasiswa PKB bahwa ada tiga profil lulusan yang akan dibentuk yaitu pendidik, penyuluh, dan peneliti. Untuk memenuhi profil lulusan tersebut Prodi telah berupaya mempertahankan kualitas akreditasi status “Baik Sekali”. Melakukan evaluasi kurikulum bekelanjutan dari kurikulum 2020 ke kurikulum Outcome Besed Education (OBE), peningkatan kapasitas dosen dan tendik dengan menggelar workshop dan seminar RPS & metode pembelajaran. Terkahir, prodi terus meningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa dengan menggunakan angket dan survei kepuasan mahasiswa yang dilakukan pada masa akhir semester. Dengan bebasis data tersebut prodi akan terus memperbaiki dirinya agar kualitas prodi dalam melaksanakna Tridharma Perguruan Tinggi.

 

Selain kebijakan akademik, mahasiswa memperoleh informasi mengenai berbagai layanan akademik, mulai dari proses registrasi, pembimbingan akademik, pembelajaran, tugas akhir, evaluasi studi, hingga proses penetapan lulusan. Informasi tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami hak, kewajiban, serta berbagai layanan yang tersedia selama menjalani pendidikan di STAB Kertarajasa.

 

Memperkuat Penjaminan Mutu dan Penelitian

Dialog juga menjadi momentum untuk memperkenalkan dan memperkuat peran Unit Penjaminan Mutu (UPM) dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai standar mutu. Dr. Wina Dhamayanti, S.Pd.B., M.Ed. sekalu Kepala UPM, mengharapkan mahasiswa berpartisipasi aktif dalam proses evaluasi melalui penyampaian umpan balik yang objektif sehingga hasil evaluasi dapat menjadi dasar perbaikan berkelanjutan.

 

Pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) yang disampaikan oleh Atthasilani Uun Triya Tribuce, S.Pd., M.Sos. Beliau menekankan bahwa penelitian posisinya penting bagi produksi dan reproduksi pengetahuan dan kampus adalah wadah atau sarana untuk melakukannya. Penelitian sudah seharusnya menjadi budaya di lingkungan kampus. Pada masa saat ini, dosen bukan satu-satunya sumber pengetahuan dan mahasiswa bukan konsumen pengetahuan maka dari itu, baik dosen dan mahasiswa harus memiliki perspektif baru yaitu bukan menjadi produsen dan konsumen pengetahuan, tetapi juga harus terlibat dalam kegiatan penelitian, kolaborasi riset, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Aspek lain yang mendapat perhatian adalah pengembangan prestasi mahasiswa dan karier lulusan yang disampiakan oleh Putu Aryatama, S.Pd., M.Sos. Sesuai dengan arah dan kebijakan akdemik tersebut, STAB Kertarjasa telah melakukan berbagai upaya dalam kompetensi akademik maupun nonakademik mahasiswa seperti membuat berbagai program pendampingan, penguasaan Bahasa internasional seperti bahasa Inggris dan Mandarin, kewirausahaan sosial-keagamaan melalui pembinaan umat Buddha di Malang Raya dan sekitar Jawa Timur, beasiswa studi berjenjang beasiswa khusus Samanera dan Atthasilani (viharawan), kegiatan organisasi kemahasiswaan, revitalisasi Lab. Komputer, Lab. Bahasa, dan microteaching, serta penguatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja seperti digital edupreneur. Selain itu, terdapat Lab. Agama Buddha berkerjasama dengan Vihara Padepokan Dhammadipa Arama khususnya dibidang monastik dan meditasi (mindfulness).

 

Upaya tersebut dilakukan unutk menunjang karier lulusan, yang menjadi bagian penting dalam pembahasan. Lulusan STAB Kertarajasa diarahkan memiliki profil karier sebagai guru dan penyuluh agama Buddha, tenaga profesional, dan peneliti sehingga karir lulusan dominan di tiga kalster tersebut atau link and match. Tetapi tidak dipungkiri ada beberapa lulusan atau alumni yang justru mampu mengembangkan prfilnya diluar link and match profil lulusan. Berdasarkan data tracer study 2025, ada yang berkerja menjadi berkerja di perusaahan swasta atau negeri, sebagai entrepeneur dibidang mindfulnes, digital edupreneur, dan jaringan digital serta ada yang menjadi petani atau peternak. 

 

 

Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Secara Terbuka

Salah satu sesi yang mendapat perhatian adalah tanya jawab dan penyampaian aspirasi mahasiswa. Forum ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan pengalaman, kritik, masukan, dan gagasan secara terbuka.

  1. Mahasiswa menyampaikan aspirasi agar Studio Kertarajasa dapat lebih difasilitasi dan dimanfaatkan untuk pengembangan keterampilan mahasiswa, khususnya dalam bidang broadcasting. Aspirasi tersebut diarahkan pada penguatan UKM Broadcasting melalui pelatihan seperti host, master of ceremony (MC), dan moderator.
  2. Pada aspek pembelajaran, mahasiswa juga mempertanyakan upaya institusi dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Menanggapi hal tersebut, program studi menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran dilakukan melalui koordinasi antara dosen pengampu, dosen pembimbing akademik, serta berbagai kegiatan pendukung. Di sisi lain, mahasiswa juga diingatkan mengenai pentingnya motivasi dan tanggung jawab pribadi dalam proses belajar.
  3. Kritik yang cukup konstruktif juga disampaikan terkait metode mengajar dosen. Mahasiswa menyoroti pentingnya kreativitas, empati, kemampuan membaca kondisi mahasiswa, serta komunikasi yang lebih baik dalam proses pembelajaran. Mahasiswa juga mengakui adanya tantangan dari sisi internal mahasiswa, seperti penggunaan telepon genggam yang berlebihan dan ketergantungan terhadap teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
  4. Aspirasi lainnya berkaitan dengan tugas menulis tangan yang dinilai perlu dievaluasi karena berpotensi menimbulkan praktik ketidakjujuran akademik.

Menanggapi aspirasi dan kritik tersebut, pihak institusi menyampaikan apresiasi terhadap keterbukaan mahasiswa. Forum dialog akademik memang dibuka sebagai ruang yang memungkinkan mahasiswa menyampaikan pendapat secara bebas dan konstruktif. Aspirasi dan masukan tersebut akan ditindaklanjuti melalui evaluasi dan peningkatan kompetensi dosen serta tenaga kependidikan.

 

Mahasiswa juga didorong untuk mengisi angket evaluasi secara objektif, memperkuat komunikasi antarmahasiswa, serta menggunakan layanan akademik sebagai kanal resmi apabila menemukan persoalan yang membutuhkan tindak lanjut. Pihak institusi akan mengoordinasikan hal tersebut dengan dosen pengampu.

 

Dari Dialog Menuju Tindak Lanjut

Dialog Akademik STAB Kertarajasa menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan bukan hanya tanggung jawab pimpinan atau dosen, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika. Penyampaian kebijakan, evaluasi layanan, penguatan penelitian, pengembangan prestasi, dan pembahasan aspirasi mahasiswa menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang terbuka dan berorientasi pada perbaikan.

 

Melalui forum tersebut, STAB Kertarajasa tidak hanya menyampaikan arah kebijakan untuk tahun akademik 2026/2027, tetapi juga membuka ruang untuk mendengar, memahami, dan menindaklanjuti kebutuhan mahasiswa. Dialog akademik diharapkan menjadi agenda yang terus dikembangkan sebagai mekanisme komunikasi dua arah, sehingga setiap aspirasi tidak berhenti sebagai pembicaraan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi evaluasi, kebijakan, dan tindakan nyata bagi kemajuan STAB Kertarajasa.

 

Dialog akademik