Berita Detail

Kertarajasa's Admin

Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tradisi akademik dan pemahaman ajaran Buddhis melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Dasar-Dasar Abhidhamma I & II. Kegiatan sesi pertama yang berlangsung pada Senin, 12 Oktober 2026 ini dipusatkan di Gedung Graha Kertarajasa, kampus STAB Kertarajasa. Kehadiran para mahasiswa, dosen, serta praktisi Dhamma dalam acara ini menciptakan suasana belajar yang khidmat sekaligus penuh antusiasme untuk mendalami salah satu bagian paling mendalam dari ajaran Buddha.

 

Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan otentik, panitia penyelenggara menghadirkan Sayalay Dhitima sebagai pemateri utama dalam kuliah umum tersebut. Dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman spiritual yang mendalam, Sayalay Dhitima membimbing para peserta untuk menelusuri fondasi-fondasi penting Abhidhamma. Sesi pembuka ini dirancang secara khusus untuk memberikan landasan konseptual yang kuat sebelum para peserta melangkah lebih jauh ke dalam pemahaman teks-teks filosofis yang lebih rinci.

 

Dalam pemaparannya, Sayalay Dhitima menyoroti sejarah awal munculnya Abhidhamma berdasarkan tradisi teks dan narasi yang dipelihara dalam tradisi Theravāda. Beliau menjelaskan bahwa paska pencapaian Pencerahan Sempurna, Sang Buddha tidak hanya membabarkan Dhamma kepada manusia di alam manusia, tetapi juga membabarkan doktrin metafisika yang tinggi ini kepada para dewa di Surga Tāvatiṃsa. Narasi historis-spiritual ini menekankan pentingnya Abhidhamma sebagai wujud pengajaran yang melampaui batas-batas alam kehidupan biasa.

 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa salah satu tujuan utama Sang Buddha membabarkan Abhidhamma di Surga Tāvatiṃsa adalah untuk menyampaikan balasan budi dan penghormatan tertinggi kepada ibunda-Nya, Māyādevī, yang telah terlahir kembali di alam dewa Tusita dan kemudian hadir di alam Tāvatiṃsa. Pengajaran ini menjadi simbol penting tentang nilai penghormatan kepada orang tua sekaligus menandai momentum sejarah yang sangat krusial dalam kisah perkembangan serta pewarisan ajaran Abhidhamma dari generasi ke generasi.

 

Pemaparan mengenai konteks historis dan kultural tersebut berfungsi sebagai pengantar yang sangat krusial bagi seluruh peserta kuliah umum. Melalui penjelasan ini, peserta diajak untuk mengenal latar belakang Abhidhamma yang membedakannya dari ajaran Sutta, di mana Abhidhamma berfokus pada pembahasan hakikat batin (citta), faktor-faktor mental (cetasika), materi (rūpa), serta Nibbāna secara rinci dan objektif guna memperluas pemahaman terhadap keseluruhan realitas.

 

Setelah pemaparan materi utama usai, suasana akademik semakin hidup dengan dibukanya sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan sangat baik untuk mengajukan berbagai pertanyaan kontekstual, mengklarifikasi konsep-konsep batin yang kompleks, serta memperdalam pemahaman praktis mengenai materi yang telah disampaikan oleh Sayalay Dhitima, sehingga tercipta dialog pemikiran yang hangat dan konstruktif.

 

Melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Dasar-Dasar Abhidhamma I & II ini, STAB Kertarajasa berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkaya wawasan Dhamma di lingkungan civitas akademika. Pembekalan pengetahuan filosofis yang mendalam ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai wawasan teoritis semata, tetapi juga mampu menginspirasi peserta untuk mengembangkan pemahaman ajaran Buddha yang lebih bijaksana, transformatif, dan berdaya guna dalam kehidupan sehari-hari.

Kuliah Umum