Pendidikan Agama Dalam Keluarga

Pendidikan Agama Dalam Keluarga



Nama Penulis:

Latifah, dkk.

ISBN:

978-634-96091-6-6

Sinopsis:

Buku ini secara komprehensif membahas peran sentral pendidikan agama dalam keluarga, khususnya di tengah tantangan era modernisasi. Ditulis oleh tim ahli dan praktisi pendidikan, buku ini mengulas berbagai aspek mulai dari kondisi aktual keluarga Indonesia, kebijakan pemerintah terkait kesejahteraan keluarga, kesinambungan kurikulum pendidikan nasional, hingga strategi praktis membangun nilai-nilai agama dalam rumah tangga. Tujuannya adalah memberikan perspektif holistik tentang bagaimana keluarga dapat berfungsi sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter dan spiritualitas anak.

Salah satu bab kritis dalam buku ini adalah Bab 6: "Agama: Sebuah Tinjauan Teoritis dalam Konteks Keluarga" yang ditulis oleh Latifah, S.S., M.A. Bab ini membedah peran agama sebagai pilar pembentuk kehidupan keluarga melalui tiga aspek utama: nilai moral, identitas budaya, dan relasi antarpribadi. Agama tidak hanya menjadi fondasi nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab, tetapi juga berfungsi sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan moral sehari-hari. Lebih dari itu, agama terinternalisasi dalam identitas keluarga melalui ritual keagamaan seperti doa bersama, puasa, atau perayaan hari besar, yang sekaligus memperkuat ikatan budaya antaranggota keluarga.

Secara teoretis, agama dalam keluarga dipahami melalui tiga dimensi yang saling terkait: keyakinan (pandangan sakral tentang Tuhan dan tujuan hidup), ritual (praktik ibadah yang terstruktur), dan komunitas (dukungan sosial dari kelompok keagamaan). Ketiganya membentuk kerangka nilai yang memengaruhi perilaku keluarga sekaligus cara mereka memaknai kebahagiaan dan menghadapi tantangan hidup. Keluarga juga berperan sebagai "mikro-masyarakat" pertama yang mensosialisasikan nilai agama kepada anak melalui proses sosialisasi primer (di rumah) dan sosialisasi sekunder (di masyarakat). Proses ini terutama krusial bagi keluarga imigran atau multikultural yang harus menegosiasikan tradisi agama dengan nilai-nilai baru di lingkungan yang berbeda.

Namun, agama dalam keluarga bukanlah entitas yang statis. Latifah menekankan bahwa dinamika zaman kerap memunculkan tantangan, seperti potensi konflik ketika nilai agama dipaksakan secara kaku tanpa dialog. Di sisi lain, agama justru sering menjadi sumber ketahanan keluarga dalam menghadapi krisis, seperti sakit atau duka, melalui praktik spiritual dan dukungan komunitas. Dengan pendekatan sosiologi dan antropologi, bab ini menyimpulkan bahwa agama dalam keluarga adalah fenomena dinamis yang terus berevolusi seiring perubahan budaya, struktur sosial, dan dialog lintas generasi. Pesan utamanya jelas: keluarga harus menjadi lingkungan pertama yang menanamkan nilai agama, tetapi juga perlu fleksibel dan adaptif agar nilai-nilai tersebut tetap relevan bagi generasi muda.

Dengan menggabungkan analisis teoretis dan konteks aktual, bab ini tidak hanya memperkaya wacana akademis tetapi juga menawarkan perspektif praktis bagi keluarga muslim Indonesia dalam menjalankan peran edukatif-spiritual di era modern.

Penerbit:

Penerbit Filomedia Pustaka

Harga:

Rp 85.000

Toko:

Online https://www.filomedia.my.id/